Penulis :
Drs. Ahmad Nurhakim MH
Ukuran : 14,8 x 21 cm
Halaman : 204 hlm
Kertas : cover - Art Carton 100 gram ,isi - Book Paper 55 gram
Cetak : 1 Colour
ISBN : Sedang Proses
H. Mursyid bukanlah tokoh terkenal seperti para politikus, tokoh agama dan selebritis Beliau orang kebanyakan seperti pada umumnya, tetapi mempunyai cita-cita yang sangat agung dan luhur. Pada awalnya tidak terbayangkan ternyata di kemudian hari dapat mengadakan “perubahan ke arah lebih baik. Masyarakat Pondok Benda awalnya dengan perilakumenyimpang dari nilai agama, lambat laun mulal hilang, karena proses regenerasi melalui lembaga pendidikan.
Meskipun tidak mayoritas masyarakat Pondok Benda berperilaku melanggar norma agama seperti perjudian dan minuman keras, tetapi fenomena tersebut melekat dalam pola tingkah laku kehidupan sehari-hari. Kehadiran lembaga pendidikan yang didirikan beliau lambat laun generasi muda tidak mengikuti perilaku orang tuanya.
Bagi kalangan para pebisnis bunga anggrek khususnya orang Betawi di Rawa belong, pasti mengenal beliau. Kepiawaian beliau berbisnis bunga anggrek karena orang tua bergerak dalam bidang yang sama, maka tidaklah salah ada pepatah Inggris “The Fruit doesn’t Fall Far The Tree”, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Artinya keberhasilan beliau karena sudah alami atau anugerah langsung. Meskipun mungkin kesuksesan beliau melebihi orang tuanya.
Keseharian beliau selain berbisnis yaitu menghadiri majelis-majelis taklim, khususnya majelis taklim yang diadakan guru setia beliau Muallim KH. Syafi’i Hadzami, ulama terkenal Betawi Asli, sehingga lahirlah lembaga pendidikan dengan nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Mursyidiyyah Al-asyirotussyafi’iyyah, kolaborasi sang murid dengan gurunya.
H. Mursyid secara tidak langsung dapat disebut “Tokoh Pendidikan meskipun terbatas dalam lingkup Yayasan Pendidikan Islam Al-Mursyidiyyah Al-Asyirotussyafi’iyyah Karena gagasan disertai kemampuan pembiayaan maka lahirnya lembaga pendidikan yang permanen dan modem. Peran yang dimainkan beliau berbeda dengan pendirian lembaga pendidikan Islam atau madrasah pada umumnya. Menurut Prof Dr. Rusli M.Sos.Sc, “beliau mempunyai dua sisi tersebut yaitu tidak hanya gagasan tetapi kemampuan pembiayaan.
Perjalanan Yayasan Pendidikan Al-Mursyidiyyah Al-Asyirotussyafi’iyyah yang cukup panjang yang pada tahun 2023 ini memasuki usia 30 (tiga puluh tahun), suatu usia dewasa kalau manusia, maka tidaklah berlebihan apabila dikemudian hari jenjang pendidikan yang diselenggarakan akan maju dan meningkat tidak hanya madrasah tingkat atas tetapi lembaga tinggi atau perguruan tinggi agama Islam. Wallahu Alam Bishawab.